Disekolah saya, saya dan murid-murid lain diberi tugas oleh guru agama saya untuk menghapalkan surah ar-Rahman dan al-Mulk. Mengapa? padahalkan itu sama sekali tidak ada dalam materi pelajaran PAI SMA. Pada awalnya saya merasa takut, dan berat hati. Saya takut tidak dapat menghafalkannya,saya takut tidak dapat membagi waktu untuk menghafalkan, belajar,kerja kelompok, membantu orang ta, kegiatan diluar sekolah dan beristirahat. Kami diberi waktu selama 1 tahun ajaran untuk menghafalkannya entah itu surah al-Mulk atau ar-Rahman terlebih dahulu. Saya memilih untuk menghafalkan surah ar-Rahman terlebih dahulu, saat pertama kali saya mendengarkan surah ar-Rahman itu biasa-biasa saja dan saya mulai menghafal seperti saya menghafal materi dan rumus-rumus pelajaran. Di akhir semester 1 saya baru dapat menghafalkan 30 ayat dan saya baru terbiasa akan menghafalkan surah ar-Rahman tersebut. Disaat saya ada niat ingin menghafal, saya baca ayat-ayat tersebut, saya ulang berkali-kali ,saya juga sering memutar audio dari aplikasi al-Qur'an di handphone saya dan terpikirlah oleh saya ''ini kan salah satu surah di kitabku, ini kan kewajibankku sebagai muslim untuk membacanya,ini kan tugasku sebagai pelajar untuk menambah wawasan spiritualku'' ''apasalahnya untuk mengahafalkan salah satu surah di kitabku? ,mengapa tidak untuk melakukannya? toh ini bukan perbuatan yang menuju kejahatan dan justru membawa kita kepada pribadi yang lebih baik.'' ''mengapa takut untuk melakukannya? hal ini tidak akan mengganggumu belajar,hal ini tidak akan mempersulit mu dalam melakukan kegiatan-kegiatan lain.'' '' masa punya waktu untuk main game, buka instagram, chattingan gajelas, ngumpul bareng teman tapi gapunya waktu untuk beribadah, masa gapunya waktu buat baca al-Qur'an ?'' ''kamu iu bukan orang yang terlalu sibuk jangan sok sibuk lah belum kerja juga'' ''tugas yang gurumu itu lebih baik daripada hal bertuliskan tebal diatas''
Allah SWT. berfirman :
Artinya : Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”. [Ath-Thalaq : 4).
Sumber: https://almanhaj.or.id/1292-allah-akan-mencukupi-semua-urusan-orang-yang-bertawakal-kepada-nya.html
Saya tersadar ternyata apa yang guru saya tugas kan itu mulia, ia ingin menjadikan murid nya berbeda dari murid-murid lainnya, ia ingin muridnya memahami bagaimana dahsyatnya keutamaan kedua surah tersebut, ia ingin kami menjadi lulusan yang berbeda dari sekolah lain dengan menghafalkan kedua surah tersebut dan mengamalkan kandungan surah tersbut dalam kehidupan sehari-hari. Sekarang saya menjadi senang karna apa yang guru saya tugaskan itu mulia dan sekarang saya akan berusaha untuk menghafalkan kedua surah tersbut, memahami kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan saya. Dengan tulisan ini saya berpesan agar teman-teman semua jangan sampai melupakan keutamaan sebagai seorang muslim dan mementingkan kehidupan dunia yang fana ini. Dirikanlah sholat, bacalah al-Qur'an amalkan isinya dan jangan anggap remeh sesuatu apapun itu pasti ada hikmahnya.
Keutamaan Surah Ar Rahman
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).
Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘FABIAYYI ALAA 'IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya.
Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
Keutamaan Surat Al Mulk
Alqur’an adalah petunjuk bagi umat manusia terutama umat islam. Membaca Alqur’an setiap hari dianjurkan bagi mereka yang ingin mendapat manfaat dari membaca Alqur’an setiap hari. Banyak keutamaan-keutamaan yang bisa diperoleh dari membaca Al Qur’an dan mengamalkannya. Umat islam yang konsisten dan istiqomah dalam membaca dan mengamalkan Al Qur’an memiliki kemulian tersediri di hadapan Allah SWT bahkan Allah memberikan jaminan surga kepada mereka. Membaca Al Qur’an dapat menghindarkan seseorang dari hal-hal yang dapat menghapus amal dan dari dosa-dosa yang tidak terampuni serta menghilangkan penyebab hati gelisah. Keajaiban Alqur’an di dunia nyata pun kini sudah banyak dikenal dan membuat umat islam semakin mengimaninya termasuk para mualaf.
Salah satu surat yang ada alam Al Qur’an adalah Al Mulk. Surat Al Mulk termasuk surat Makiyahi ayang terdiri dari 30 ayat. Dalam surat Mulk terkandung makna yang dalam tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan dunia. Surat Al Mulk dianjurkan untuk dibaca setiap hari khususnya sebelum tidur sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut :
Telah menceritakan kepada kami Huraim bin Mis’ar At Tirmidzi telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Iyadh dari Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir bahwa, “Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidur hingga beliau membaca Alif laam miim tanzil (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi bi yadihil mulk (Surat Al Mulk) ( HR At Tirmidzi)
Banyak keutamaan surat al mulk yang dapat diambil dari kebiasaan membaca Surat Tabarok (Al-Mulk) yang merupakan awal Juz 29. Berikut beberapa keutamaan yang bisa kita peroleh dengan membaca surat AL Mulk :
1. Diampuni dosanya
ـ(1) عن أبي هريرة، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: سورة من القرأن، ثلاثون اية؛ تَشْفَعُ لصاحبها حتى يُغْفَرَ له: تبارك الذي بيده الملك. (رواه أبو داود واللفظ له, والترمذي وغيرهما، وصححه ابن حبان والحاكم والذهبي، وحسنه الترمذي والألباني)ـ
Dari Abu Huroiroh, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
“Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits tersebut shohih dan telah di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, sedangkan at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya)
ـ(2) عن أنس بن مالك قال، قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: سورة من القرآن، ما هي إلا ثلاثون آية، خاصمت عن صاحبها حتى أدخلته الجنة، و هي تبارك. (رواه الطبراني في المعجم الأوسط وحسنه الألباني في صحيح الجامع)ـ
Anas bin Malik mengatakan, Rosululloh-shollallohu alaihi wasallam bersabda:
“Ada surat dari Alqur’an, ia hanya terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat membela ‘temannya’ sehingga memasukkannya ke surga, yaitu: Surat Tabarok“. (HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Ausath, dan dihasankan oleh Albani dalam Shohihul Jami’)
ـ(3) عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة، منعه الله عز وجل بها من عذاب القبر، وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها “المانعة”، وإنها في كتاب الله عز وجل سورة، من قرأ بها في ليلة فقد أكثر وأطاب. (رواه النسائي واللفظ له والحاكم وقال صحيح الإسناد وحسنه الألباني)ـ
2. Dihindarkan dari siksa kubur dan siksa neraka
Keutamaan kedua yang dapat diperoleh dari membaca surat Al Mulk adalah dijauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang pedih. Dari Abdulloh bin Mas’ud mengatakan:
“Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Alloh azza wajall menghindarkannya dari adzab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di saat Rosululloh-shollallohu alaihi wasallam- (masih hidup) menamainya “al-Mani’ah” (penghindar/penghalang). Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabulloh, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia telah banyak berbuat kebaikan” (HR. Nasa’i dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh al-Hakim dan ia mengatakan: sanadnya shohih, dan dihasankan oleh Albani)
Melihat keterangan hadits-tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memperbanyak membaca Surat Al mulk dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.
3. Menjauhkan diri dari maksiyat
Dalam surat Al Mulk disebutkan bahwa orang yang taat pada Allah adalah orang yang tetap taap meskipun tidak ada yang melihat sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut Ini
“Mereka itu takut pada Allah di kesunyian ketika mereka tidak nampak di hadapan manusia lainnya. Mereka pun taat pada Allah dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Tentu saja dalam keadaan terang-terangan, mereka pun lebih taat lagi pada Allah” ( QS Al Mulk : 12 )
Pada intinya orang yang berima itu taat pada Allah meskipun di kesunyian dan takut berbuat maksiyat kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh As Sa’di
“Mereka takut pada Allah dalam setiap keadaan sampai-sampai pada keadaan yang tidak ada yang mengetahui amalan mereka kecuali Allah. Mereka tidak melakukan maksiat dalam kesunyian. Mereka pun tidak mengurangi ketaatan mereka ketika itu.”
4. Menjadikan kita sebagai orang yang bertawakkal
Dalam surat Al Mulk ayat 15 di Allah juga menunjukkan disyariatkannya tentang perintah berjalan di muka bumi untuk mencari rizki dengan berdagang, bertani, dsb. Ini menunjukkan bahwa tawakkal bukan berarti hanya berserah diri pada Allah melainkan juga bekerja dan berusaha.
Allah Ta’ala selanjutnya berfirman,
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya.” (QS. Al Mulk: 15).
Sebagaimana dijelaskan oleh Sahl At Tusturi, ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan. Tawakal juga membuat kita kuat dalam menghadapi musibah yang diberikan oleh Allah SWT.
akhir kata Wassalam..
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar