Pengertian al-Asmā’u al-Husnā
Al-Asmā’u al-Husnā terdiri atas dua kata, yaitu asmā yang berarti namanama, dan husna yang berarti baik atau indah. Jadi, al-Asmā’u al-Husnā dapat diartikan sebagai nama-nama yang baik lagi indah yang hanya dimiliki oleh Allah Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Kata al-Asmā’u al-Husnā diambil dari ayat al-Qur’ān Q.S. Tāhā/20:8. yang artinya, “Allah Swt. tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia memiliki al-Asmā’u al-Husnā (nama-nama baik)“.
Ayat-ayat yang menjelaskan tentang asmaul husna diantaranya :
- Taha :8
- Al A'raf :180
- Al Isra' : 110
- Al Hasyr : 24
2. Contoh asmaul husna
2.1 Al-Kariim (Maha Mulia)
Allah memiliki sifat Al-Kariim, artinya Allah maha mulia, ajaran-Nya pun mengandung kemuliaan. Kemuliaan Allah tercermin dalam sifat-Nya yang tidak pilih kasih dalam memberi kenikmatan kepada makhluk-Nya, dan tidak mengharap balasan apapun.
2.2 Al-mu’min (Maha mengaruniakan keamanan)
Al-mu’min adalah isim fail dari amana yang artinya pemberi keamanan. Allah memberi keamanan kepada semua makhluk-Nya.
2.3 Al-Wakil (Maha mewakili/penolong)\
Al-wakil berasal dari kata wakala yang artinya menyerahkan dan mempercayakan suatu urusan kepada orang lain. Dalam konteks Asmaul-husna, Al-Wakil dapat dimaknai bahwa Allah adalah Dzat yang paling tepat untuk diserahi segala urusan. Artinya kita menyandarkan segala urusan kita kepada Allah SWT.
2.4 Al-Matin (Maha Kokoh/Kuat)
Allah memiliki asma Al-Matin artinya Allah adalah Dzat yang maha kokoh dalam kekuasaan-Nya, Dzat yang maha kuat dalam pendirian-Nya, serta Dzat yang maha teguh dalam janji-Nya.
2.5 Al-Jami’ (Maha Mengumpulkan)
Jami’ berasal dari kata jama’ah, yang artinya kumpulan, lebih dari satu, banyak. Allah bersifat Al-jami’ artinya Allah maha mengumpulkan/mempersatukan.
Allah mengumpulkan manusia pada hari kiamat. Ia juga mengumpulkan matahari, planet, bintang-bintang dalam tata surya dalam kesatuan yang harmonis.
2.6 Al-‘Adl ( Maha Adil)
Allah bersifat Al-‘Adl artinya yang maha adil. Maksud Allah memiliki sifat adil adalah bahwa Allah adalah Dzat yang memelihara kewajaran atas berlanjutnya eksistensi.
2.7 Al-Akhir (Maha Akhir)
Al-akhir artinya adalah Allah adalah Dzat yang paling akhir dibandingkan dengan segalanya.
3. HIKMAH BERIMAN KEPADA ALLAH SWT
Dengan meneladani dan meyakini asmaul-husna, kita dapat menjadi manusia yang lebih baik dan memperoleh hikmah, antara lain:
1. Memiliki keluhuran budi sesuai dengan asmaul-husna al-karim
2. Menjadi manusia yang dapat memberikan keamanan untuk makhluk lain sesuai dengan asmaul-husna al-mu’min
3. Hidup optimis, karena Allah akan menolong makhluk-Nya yang mengalami masalah dalam tugasnya sesuai dengan asmaul-husna al-wakiil
4. Menjadi manusia yang teguh pendirian dalam menegakkan kebenaran dan kejujuran sesuai dengan asmaul-husna (al-matin)
5. Mempersiapkan diri untuk berkumpul di padang mahsyar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di dunia, serta menjadi katalisator terbentuknya persatuan dan kesatuan umat agar terbentuk kehidupan yang harmonis. Ini sesuai dengan asmaul-husna al-jami’
6. Menjadi manusia yang yakin bahwa Allah maha tau apa yang kita butuhkan, sehingga kita menjadi manusia yang siap mendapat ujian syukur ataupun ujian sabar dari Allah karena Allah mempunyai sifat al-‘adl
7. Menjadi manusia yang bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukan karena mempercayai Allah bersifat al-akhir.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar