MATERI PAI
KELAS XI SEMESTER 1 K13


A. IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH
Iman
artinya percaya, iman kepada kitab Allah artinya mempercayai dengan sepenuh
hati bahwa Allah swt. telah menurunkan beberapa kitab kepada para rasul-Nya
yang berfungsi sebagai penuntun kepada umat manusia dalam menjalani
kehidupannya. Belum dikatakan seorang mukmin bila dia belum beriman kepada
kitab-kitab-Nya. Di dalam al-Qur’ān
disebutkan bahwa ada 4 kitab Allah Swt. yang diturunkan kepada para
nabi-Nya, yaitu; Taurāt diturunkan kepada Nabi Musa as., Zabūr kepada Nabi
Daud as., Injil kepada Nabi Isa
as., dan al-Qur’ān kepada Nabi Muhammad saw.Kitab-kitab
tersebut adalah kitab yang berisi peraturan, ketentuan, perintah, dan larangan
yang dijadikan pedoman bagi umat manusia. Kitab-kitab Allah Swt. tersebut
diturunkan pada masa yang berlainan. Semua kitab tersebut berisi ajaran pokok
yang sama, yaitu ajaran meng-esa-kan Allah (tauhid). Yang berbeda
hanyalah dalam hal syariat yang disesuaikan dengan zaman dan keadaan umat pada
waktu itu.
Firman Allah swt.:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اٰمِنُوْا بِاللّٰهِ
وَرَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْٓ نَزَّلَ عَلَى رَسُوْلِهٖ وَالْكِتٰبِ الَّذِيْ
اَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ
وَرُسُلِهٖ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا ۢبَعِيْدًا ﴿النساء: ١۳٦ ﴾
Artinya:
“Wahai
orang-orang yang beriman, tetaplah kamu sekalian beriman kepada Allah dan
rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya dan kitab-kitab
yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa yang ingkar (kafir) kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian,
maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sangat jauh.” (QS. An-Nisa/4:
136)
Tujuan dan maksud dari diturunkannya
kitab-kitab tersebut adalah agar manusia beribadah kepada Allah swt. semata,
tanpa menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.
B. Pengertian Kitab dan Suhuf
Kitab (Bahasa
Arab: كتاب الله, Kitabullāh) yaitu kumpulan wahyu Allah yang
disampaikan kepada para rasul untuk diajarkan kepada manusia sebagai petunjuk
dan pedoman hidup.
- Kitab Taurat
وَاٰتَيْنَا مُوْسَى الْكِتٰبَ وَجَعَلْنٰهُ هُدًى لِّبَنِيْٓ
اِسْرَٓاءِيْلَ اَلَّا تَتَّخِذُوْا مِنْ دُونِيْ وَكِيْلًا ﴿الاسرآء: ۲﴾
Artinya:
“Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami jadikan Kitab Taurat
itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan Firman), ‘Janganlah kamu mengambil
penolong selain Allah'.’” (QS. Al-Isra’/17: 2)
Pokok ajaran kitab Taurat berisi
tentang akidah (tauhid) dan hukum-hukum syari’ atau yang terkenal dengan
sepuluh perintah Tuhan, yaitu berisi delapan larangan dan dua perintah, yaitu:
- Jangan ada padamu ilah lain di
hadirat-Ku
- Jangan membuat patung ukiran
dan jangan pula menyembah patung karena Aku Tuhan Allahmu.
- Jangan kami menyebut Tuhan
Allah dengan sia-sia.
- Ingatlah kamu akan hari Sabat,
supaya kamu sucikan Dia.
- Berilah hormat kepada bapak
ibumu.
- Janagn membunuh sesama manusia.
- Larangan berbuat zina.
- Larangan mencuri.
- Larangan menjadi saksi palsu.
- Larangan berkeinginan memiliki
hak orang lain
2. Kitab Zabur
Isi Kandungan
kitab Zabur berisi tentang kumpulan pujian-pujian kepada Allah atas segala
nikmat-Nya. Selain itu berisi tentang zikir, doa, nasihat, dan hikmah. Kitab
Zabur merupakan petunjuk untuk kaum Nabi Daud as. Firman Allah swt.:
وَرَبُّكَ اَعْلَمُ بِمَنْ فِى
السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيّٖنَ عَلَى بَعْضٍ
وَّاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا ﴿الاسراء: ٥٥﴾
Artinya: “Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada)
di langit dan di bumi. Dan sungguh Kami telah memberikan kelebihan kepada
sebagian nabi-nabi atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”
(QS. Al-Isra’: 55)
3. Kitab Injil
Isi Kandungan
Kitab Injil adalah ajaran untuk hidup dengan zuhud, karena pada masa itu
orang-orang Yahudi sedang dilanda kerakusan dan ketamakan kepada harta. Isi lainnya
sama dengan kitab-kitab sebelumnya. Namun sebagian menghapus hukum-hukum yang
tertera di kitab Taurat yang tidak sesuai di masa itu.
Firman Allah
swt.:
وَقَفَّيْنَا عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ
بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ ۖ
وَاٰتَيْنٰهُ الْانْجِيْلَ فِيْهِ هُدًى وَّنُوْرٌ ۙ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ
يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَهُدًى وَّمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِيْنَ ﴿المائدة: ٤٦﴾
Artinya: ”Dan
Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israil) dengan Isa putra Maryam,
membenarkan kitab-kitab sebelumnya yaitu Taurat dan kami telah memberikan
kepadanya Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk serta pengajaran untuk
orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Ma’idah/5: 46)
4. Kitab
Al-Qur’an
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ
وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ ﴿الحجر: ۹﴾
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan
az-Zikr (Al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS.
Al-Hijr/15: 9)
Adapun isi ajaran Al-Qur’an sendiri sebagai kitab suci umat
Islam, adalah sebagai berikut:
- Tauhid,
yakni tentang keimanan kepada yang gaib, kitab Allah, dan akhirat
- Syariah, berisi hukum-hukum Allah
- Akhlak, yakni
tentang pedoman berakhlak
- Ibadah,
yakni tentang ketentuan hubungan manusia dengan Allah
- Muamalah,
yakni tentang ketentuan hubungan dalam kehidupan sosial
- Sejarah, berisi tentang kisah-kisah para nabi dan
rasul dan uma terdahulu
- Wa’ad dan
wa’id, artinya janji-janji Allah kepada orang yang beriman dan kepada
orang kafir akan adanya balasan di hari kemudian.
Selain Kitab Allah, wahyu Allah ada
yang disebut Suhuf, artinya kumpulan wahyu Allah yang dalam bentuk
lembaran-lembaran terpisah. Suhuf ini diberikan kepada nabi dan rasul Allah
yang berisi hukum dasar sebagai pedoman untuk menyiarkan agama kepada umatnya.
Suhuf diturunkan oleh Allah seperti kepada Nabi Ibrahin dan Nabi Musa as. Hal
ini dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an surah Al-A’la berikut ini:
اِنَّ
هٰذَا لَفِى الصُّحُفِ الْاُوْلٰى (١٨)
صُحُفِ اِبْرٰهِيْمَ وَمُوْسٰى ﴿الاعلى: ١٨ - ١۹﴾
Artinya: “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab
yang baru. (Yaitu) kitab Ibrahim dan Musa.” (QS. Al-A’la: 18-19)
Di
antara nabi yang menerima suhuf antara lain:
Beriman
kepada kitab Allah berarti suatu keyakinan dengan sepenuh hati bahwa Allah
benar-benar telah menurunkan wahyu-Nya kepada para rasul pilihan, sebagai
petunjuk dan pedoman bagi kehidupan manusia, agar manusia senantiasa bahagia
dunia akhirat.
C.
Cara Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
Beberapa cara beriman kepada
kitab-kitab suci Allah meliputi hal-hal berikut:
- Beriman dan meyakini bahwa kitab-kitab suci tersebut
diturunkan dari sisi Allah swt.
- Beriman dan memercayai nama-nama kitab suci yang kita
ketahui
- Meyakini kebenaran informasi yang terkandung di
dalamnya dan mengamalkan kitab yang terakhir, dan menghapus kitab-kitab
sebelumnya.
Bagi
orang-orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan mempunyai sikap sebagai
berikut:
- Manusia akan mengakui keterbatasannya, sehingga dalam
menjalani kehidupannya mereka tidak sombong.
- Orang mengimani kitab-kitab Allah, dapat belajar dari
orang-orang yang hidup pada masa lampau dengan hal tersebut kita tidak
mengulang kesalahan orang-orang terdahulu dan mampu mengikuti kebaikan-kebaikan
mereka.
- Orang-orang yang mengamalkan isi kitab, terlihat dari
sikap keseharian yaitu bersikap jujur, amanah, bersyukur, bertanggung
jawab, disiplin, dan sebagainya sebagaimana diperintahkan Allah swt. dalam
kitab suci.pada awal surah Al-Baqarah.
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ؞ ِفيْهِ؞
هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya,
petunjuk mereka yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah/2: 2)
D. Manfaat beriman lepada
kitab-kitab Allah swt antara lain :
- Mempertebal keimanan kepada Allah swt.
- Memperkuat keyakinan seseorang terhadap tugas Nabi
Muhammad saw.
- Menambah ilmu pengetahuan
- Menanamkan sikap toleransi terhadap pengikut agama
lain.
SUMBER :
https://korangratis.net/kitab-kitab-allah/
http://cahayamanfaat.blogspot.com/2015/03/manfaat-iman-kepada-kitab-kitab-allah.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar